🎄 Burung Ekor Panjang Warna Hitam
Cenderawasihjenis ini merupakan salah satu burung cendrawasih besar dengan panjang sekitar 37 cm, berwarna hitam, dengan ekor panjang dan runcing. Salah satu anggota paling sederhana dalam keluarga Paradisaeidae, satu-satunya perhiasannya adalah rona wajah berwarna-warni kuning, merah dan biru langit di dekat pangkal paruh.
Burungyang banyak tersebar habitatnya di Batanta dan Waigeu ini kegemarannya makan buah-buahan juga serangga.. 4. Burung Cendrawasih Emas. Nama Latin : Paradisaea decora Nama Asing : Goldie's Birds of Paradise Merupakan salah satu burung cendrawasih yang paling sering dilihiat dan dipelihara.Bulu ekor burung jantan panjang dan berwarna kuning keemasan serta putih, sangat kontras dengan bulu
Satuhal menarik dari penampilan burung, selain warna bulu, adalah paruhnya. 6143 · bangau bangau hitam. Paruh panjang, paruh hitam, siberia crane, burung putih · tag foto: Mengetahui Ciri Khas Burung Perling Ekor Panjang Dan Habitatnya from hal menarik dari penampilan burung, selain warna bulu, adalah paruhnya. Untuk
burungekor panjang berjambul burung ekor panjang warna coklat burung ekor panjang warna hitam April 04, burung ekor panjang ekor panjang02 08 2018 Burung Ekor Panjang majalahhewan Siapa yang tak kenal dengan burung kicau yang namanya murai batu siapapun pembaca pastinya akan langsung mengatakan bahwa murai batu itu indah Ya terlebih
Selainwarna itu ada juga puter albino yang berwarna putih. Ekor, Paruh dan Kakinya. Bagian ekornya memiliki ukuran yang cukup panjang, warnanya coklat dan sampingnya berwarna ke abu-abuan serta pada bagian ujungnya berwarna coklat kehitaman. Itulah tadi Mitos Burung Puter Putih Kalung Hitam yang konon dipercayai di masyarakat kalau itu
Muraiekor panjang warna putih dan hitam ? Burung ekor panjang · 1. Burung murai batu adalah burung yang tergolong burung petarung (figther) di lomba lomba kicauan tingkat lokal, . Burung srigunting bukit (dicrurus remifer) menjadi salah satu burung khas dengan ciri khusus yaitu memiliki sepasang bulu ekor panjang . Kemudian bulunya yang
Burungini termasuk dalam kategori burung sangat langka, soalnya memiliki ekor yang sangat panjang. Ciri ciri burung astrapia ekor pita (Ribbon Tailed Astrapia) Memiliki ekor yang sangat panjang yaitu 3x panjang tubuhnya. Ekornya berwarna putih dan terdapat mahkota pada pangkal paruhnya. Pejantan, warna bulu pada tubuhnya hitam dan hijau
Ekorpanjang dan tajam dengan warna bulu biru donker di seluruh tubuhnya. Pada bagian atasnya lebih terang. Bagian lehernya keabu-abuan. Lingkaran di sekitar mata berwarna kuning dengan iris hitam. Paruh atas dan bawah berwarna hitam dan terdapat garis kunig pada pangkal paruh bawah. Kaki berwarna hitam gelap. √ Jenis Burung Hantu Yang
Buluberwarna berwarna hitam atau abu-abu gelap dengan ekor Klasifikasi Kerajaan:Animalia Filum:Chordata Kelas:Aves Ordo:Psittaciformes Famili:Psittaculidae Genus:Chalcopsitta Spesies:C. atra Deskripsi: Nuri berukuran sedang dengan panjang tubuh 30-32 cm dan berat tubuh sekitar 230-260 gram.
p2HBZfY. Jenis Burung Dengan Ekor Panjang – Selain burung murai batu ternyata di belahan dunia ini terdapat cukup banyak burung yang memiliki ekor yang super panjang mulai dari 25 cm hingga lebih dari 40 cm, seperti burung Merak india, Lady Amherst’s Pheasant, Sakabula, Long-tailed Paradise, Resplendent Quetzal, Astrapia Ekor-pita, Pin-Tailed Whydah, Murai Batu dan juga masih banyak jenis burung lain yang memiliki ekor super panjang. Keindahan burung memang tidak hanya terletak pada suara kicauannya saja, akan tetapi juga pada warna, dan bulu yang dimilikinyasalah satu daya tarik burung yang cukup menonjol adalah warna dan ekor yang dimilikinya seperti keindahan pada burung merak maupun burung cendrawasih. bisa anda bayangkan bagaimana bentuk burung jika tidak memiliki ekor dan mungkin anda akan merasa seperti ada yang kurang, bukan begitu ? Baca juga 6 Jenis Burung Murai Batu Lengkap dengan Motif Ekornya pada kesempatan kali ini kita akan share beberapa jenis burung yang memiliki ekor yang super panjang. burung yang memiliki ekor panjang memang akan terlihat lebih gagah dan menarik kita ambil contoh burung murai batu yang dimana semakin panjang ekor yang dimilikinya biasanya harganya juga akan semakin tinggi, selain burung murai batu ada juga burung Pin-Tailed Whydah yang ekornya bisa lebih dari 20cm, ada juga burung Long-tailed Paradise yang memiliki ekor lebih panjang. Dan berikut daftar lengkap burung yang memiliki ekor super panjang yang perlu anda ketahui Burung Ekor Panjang 1. Merak india Burung Ekor Panjang Merak untuk burung merak biru / merak india berdasarkan informasi dari wikipedia panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 2 meter lebih, dengan ukuran tubuh yang lumayan besar burung merak india juga memiliki ekor yang bisa dikatakan sangat panjang, selain panjang motif bulu pada ekor burung merak ini juga sangat indah bahkan bulu ekor merak yang sudah lepas bisa di jual dengan harga yang cukup menarik. 2. Lady Amherst’s Pheasant burung ekor panjang Lady Amherst’s Pheasant yang kedua adalah burung Lady Amherst’s Pheasant menurut informasi yang terpercaya panjang ekor burung ini bisa lebih dari 80 cm akan tetapi pada umumnya yang memiliki ekor panjang hanyalah burung yang berjenis kelamin jantan. burung ini kalau tidak salah berasala dari china tiongkok di bagian barat daya dan juga bisa ditemukan di burma. 3. Sakabula The Long-tailed Widowbird burung ekor panjang Long-tailed Widowbird burung yang di dominasi oleh warna hitam pekat ini merupakan burung yang berasal dari benua afrika, burung sakabula ini bisa memiliki ekor dengan panjang 3 kali dari panjang badan yang dimilikinya, sakbula jantan bisa memiliki ekor dengan panjang sekitar 50 cm, dan menurut penelitian burung sakabula betina akan memilih burung sakabula jantan yang memiliki ekor panjang. 4. Long-tailed Paradise Burung Ekor Panjang Long-tailed Paradise yang keempat adalah burung Long-tailed Paradise yang bisa memiliki ekor sepanjang 36 cm, warna burung ini juga didominasi oleh warna hitam mulai dari kepala sampai ekor, sedangkan pada bagian tubuh dan sebagian lehernya memiliki warna lain. 5. Resplendent Quetzal burung ekor panjang Resplendent Quetzal tidak kalah dengan burung lainnya burung Resplendent Quetzal ini juga memiliki ekor yang sangat panjang. bulu burung Resplendent Quetzal di dominasi oleh warna hijau mengkilap dari kepala hinga ujung ekornya, kecuali pada bagian ujung sayap dan dadanya. panjang ekor dari burung Resplendent Quetzal jantan bisa mencapai lebih dari 66 cm. 6. Ribbon-tailed Astrapia burung ekor panjang Ribbon-tailed Astrapia yang ke enam adalah burung Ribbon-tailed Astrapia yang memiliki panjang ekor lebih dari 90 cm. burung Ribbon-tailed Astrapia dapat ditemukan di bagian barat pegunungan papua nugini. cukup menarik bukan ? 8. Burung Murai Batu Burung ekor panjang Murai Batu sumber DDS Para kicau mania di indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan jenis burung yang satu ini, burung murai batu memang dikenal bisa memiliki panjang ekor lebih dari 30 cm akan tetapi tidak semua burung murai batu bisa memiliki ekor yang sangat panjang ada juga burung murai batu yang panjang ekornya hanya mentok di kisaran 17 cm, sedangkan murai batu yang punya ekor panjang pada umumnya di sebut dengan murai medan, murai malaysia, murai singapur dan juga murai tahiland.
– Banyak yang belum tahu, jenis Murai Batu ekor hitam yang bagus bisa ditemukan di Sumatera. Soalnya penyebaran burung ini mayoritas dari sana. Burung Murai Batu ekor hitam atau Black Tailed shama memang banyak ditemukan di Pulau Nias dan Aceh. Penyebaran burung ini juga sampai ke Lampung dan Pulau Mentawai Sumatera Barat. Nah, jenis Murai Batu ekor hitam ini banyak dicari pecinta burung. Entah karena bulu ekornya yang elegan, tapi yang pasti Murai Batu ekor hitam memang menakjubkan. Coba pelihara burung ini satu saja di rumah, pasti langsung menarik perhatian para tetangga. Sebab, warna cokelat keemasan digabung dengan ekor hitam pasti tampak menawan. Baca juga 18 Jenis Burung Murai Batu Terpopuler di Indonesia dan Mancanegara Jenis Murai Batu Ekor Hitam1. Burung Murai Batu Sinabang atau Simeulue Aceh2. Burung Murai Batu Nias3. Burung Murai Batu Mentawai4. Burung Murai Batu Lampuyang5. Burung Murai Batu LasiaCara Merawat Jenis Murai Batu Ekor HitamKesimpulanPencarian terkait 1. Burung Murai Batu Sinabang atau Simeulue Aceh Jenis Murai Batu ekor hitam ini ada di Pulau Simeulue, tepatnya di daerah Sinabang, provinsi Aceh. Ciri khas yang dimiliki Murai ini yaitu mempunyai postur tubuh yang mungil, panjang ekornya hanya berukuran 10 cm sampai dengan 13 cm saja. 2. Burung Murai Batu Nias Burung Murai Batu Nias Jenis Murai Batu ekor hitam salah satunya Murai Nias. Burung ini berasal dari Pulau Nias Sumatera Utara. Jenis Murai Batu Nias biasa dipanggil Totohua. Burung ini sangat pintar sehingga mudah merekam suara burung lain. Suara yang dikeluarkan Murai Batu Nias sangat keras dan melengking. Panjang ekor 20 cm – 25 cm. Ekor murai ini warna hitam, berjumlah 6 pasang. 3. Burung Murai Batu Mentawai Jenis Murai Batu mentawai juga memiliki ekor warna hitam. Burung ini mirip dengan Murai Batu Nias. Panjang ekor Murai Batu Nias yaitu 13 cm – 15 cm. Ekor burung ini terbilang pendek tapi bisa juga panjang. Normalnya, Murai batu Mentawai bisa mempunyai ekor sepanjang 20 cm – 25 cm. Bila ingin berjumpa dengan burung ini Anda bisa pergi ke Pulau Pagai. Pulau ini mempunyai empat gugusan dari kepulauan Mentawai. Tak heran burung ini mempunyai panggilan Muria Batu Mentawai atau Murai Batu Pagai. Baca juga Jenis Murai Batu Golden Shama Unik dan Langka 4. Burung Murai Batu Lampuyang Burung Murai Batu Lampuyang masuk salah satu jenis Murai Batu ekor hitam yang bagus. Anda bisa memelihara burung ini dan menemuinya di Pulau Breueh Aceh. Murai ini tapi lebih sering dipanggil Murai Batu Lampuyang. Burung Murai Batu Lampuyang memiliki ekor 6 pasang dan panjang ekor 18 cm – 22 cm. Burung ini bagian ekornya yang hitam berjumlah 3 ekor. Namun yang warna hitam hanya 3 helai saja. Sementara yang warna putih juga 3 helai. Cara Membuat Murai Batu Cepat Gacor 5. Burung Murai Batu Lasia Jenis Murai Batu Lasia berada di Pulau Lasia dekat dengan Pulau Simeulue di bagian tenggara. Burung ini posturnya besar, bahkan Anda lebih besar dari burung Murai Batu Simeulue. Bagian ekor Murai Batu Lasia hitam pekat, tapi ada corak putih di bagian tengah ekornya. Panjang ekor Murai Batu ini panjangnya 14 cm – 16 cm. Namun, karena postur tubuhnya besar, jadi berpotensi lebih panjang lagi ekornya. Cara Merawat Jenis Murai Batu Ekor Hitam Apakah perawatan Murai Batu ekor hitam sama dengan Murai Batu yang lain? Untuk masalah perawatan sudah pasti sama saja. Bahkan Anda tidak perlu mengecat ekor Murai Batu dengan warna hitam. Sebab, sejak lahir burung ini ekornya sudah hitam pekat. Burung Murai Batu ekor hitam bisa dirawat secara sederhana. Contoh perawatannya sebagai berikut. Murai Batu dikeluarkan untuk pengembunan pada pagi hari setelah solat Subuh. Burung kemudian dimandikan bila matahari sudah terbit. Pastikan sinar matahari sudah cukup terik, sekitar jam Kemudian bersihkan kandang Murai, buang kotoran, dan ganti makanan dan minuman. Setelah itu Anda bisa menjemur burung di bawah sinar matahari secara langsung. Ingat penjemuran tidak perlu terlalu lama. Maksimal penjemuran sekitar 1 jam sudah cukup. Nanti bila terlalu menjemur burung, bulunya menjadi kusam dan berjatuhan. Makanan Murai Batu Biar Cepat Gacor Berikan makanan tambahan berupa jangkrik dan ulat hongkong. Kalau mau yang bagus, berikan kroto satu sendok teh sehari. Baca juga 10 Jenis Makanan Murai Batu Trotol dan Cara Merawat Burung kemudian bisa dimasukkan ke teras atau dimaster. Saran kami burung dimaster saja sampai siang. Suara masteran Murai Batu banyak sekali. Anda bisa mencari suara masteran dari YouTube. Putar suara masteran sampai siang saja. Lalu biar Murai Batu istirahat sampai sore. Sore hari burung diangin-anginkan biar menikmati udara segar dan merasakan hangatnya senja. Burung Murai Batu ekor hitam kemudian dimasukkan ke dalam rumah dan dikerodong. Kesimpulan Demikian jenis murai Batu ekor hitam yang bagus. Apakah Murai batu ekor hitam kualitasnya selalu bagus di lapangan? Tentu saja ekor hitam tidak menjamin bahwa burung tersebut bersuara bagus. Namun, dari fisik yang bagus kita akan menjadi lebih semangat merawatnya. Burung kemudian dirawat dengan baik sampai akhirnya Murai Batu jadi gacor. Jika artikel bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain dan follow Instagram burungnyadotcom. Terima kasih. Pencarian terkaithttps//burungnya com/jenis-murai-batu-ekor-hitam-yang-bagus/
Oleh Adityo Nugroho* BELAKANGAN ini beredar kabar di media massa mengenai penangkapan seseorang bernama Jumardi 31, warga asal Kabupaten Sambas yang menjual Satwa dilindungi di akun facebook yakni Betet Ekor Panjang Psittacula longicauda. Sontak kejadian ini menjadi pembicaraan di kalangan publik, berkaitan dengan tindakan Jumardi yang menurut pengakuannya tidak mengetahui kalau satwa yang dijualnya adalah satwa yang dilindungi undang-undang. Terlebih lagi, masyarakat juga menyayangkan tindakan para penegak hukum yang seolah-olah tanpa belas kasihan menangkap Jumardi yang menjual satwa tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ia merupakan satu-satunya tulang punggung di keluarga. Tetapi, dalam pembahasan kali ini kita tidak membahas atas kasus yang menimpa saudara Jumardi, melainkan objek dari satwa yang dijualnya yakni betet ekor panjang atau dalam nama ilmiahnya Psittacula longicauda. Betet ekor panjang memiliki nama-nama yang berbeda di setiap tempat, di daerah Sambas orang mengenalnya dengan sebutan burung bayan. Mengutip dari Majalah Parrot Indonesia 2020, betet ekor panjang memiliki nama internasional Long-Tailed Parakeet dan di Malaysia disebut dengan parkit pipi merah malaka, parkit pipi merah malaya, parkit pipi merah muda atau bayan nuri. Burung ini merupakan salah satu dari 85 jenis burung yang berparuh bengkok di Indonesia. Deskripsi Mengutip dari 2011. Betet ekor panjangPsittacula longicaudadewasa dideskripsikan memiliki panjang rata-rata 16,5 inci 40 hingga 42 cm, dengan panjang sayap sekitar 142 – 155 mm dan panjang ekor sekitar 154 – 270 mm. Individu dewasa pada jantan dan betina memiliki perbedaan dalam hal warna dan corak. Individu jantan dewasa pada bulu umumnya berwarna hijau. Tenggorokan, dada, dan perut berwarna kuning kehijauan; dan bagian lore daerah antara mata dan paruh di sisi kepala burung berwarna hitam kebiruan. Mahkota berwarna hijau tua, dan sisi kepala serta tengkuk berwarna merah mawar. Ada garis hitam di pipi. Punggung atas berwarna abu-abu kebiruan berwarna kekuningan. Punggung bawah berwarna biru pucat. Sayap bagian bawah berwarna kekuningan. Penutup ekor atas dan bawah serta paha berwarna hijau pucat. Bulu ekor tengah berwarna biru dengan ujung pucat dan bulu luar berwarna hijau. Paruh atas berwarna merah dan paruh bawah berwarna hitam kecoklatan. Irisnya berwarna kuning keputihan, dan kakinya berwarna muda memiliki semburat kebiruan di punggung bawah dan beberapa jantan muda mungkin memiliki semburat kemerahan di paruh pada individu betina dewasa, memiliki tengkuk berwarna hijau. Garis di pipinya berwarna hijau tua, dan pipi bagian atas berwarna oranye-merah kusam. Bulu ekornya jauh lebih pendek, dan rahang atas dan bawah berwarna hitam kecoklatan. Individu yang masih muda berkepala hijau diselingi dengan warna oranye-merah. Bulu ekornya lebih pendek, dan paruh atas dan bawah berwarna coklat. Burung yang belum dewasa mencapai tahap dewasa saat berusia sekitar 30 bulan 2 tahun 6 bulan. Pakan dan Habitat Mengutip dari 2021, Betet Ekor Panjang memakan buah-buahan, biji-bijian dan beberapa jenis sayuran seperti pisang, jeruk, pepaya beserta bijinya, wortel, jagung, seledri, buncis. Habitat dari Burung Betet Ekor Panjang yakni dapat ditemukan pada dataran hingga ketingggian 300m dpl 984 kaki, terutama hutan dataran rendah, hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan, perkebunan kelapa sawit dan kebun kelapa. Biasanya dapat ditemukan juga di taman dan kebun, serta area budidaya. Perilaku Sosial dan Musim Kawin Berdasarkan 2021, burung ini ditemukan secara berkelompok dalam jumlah ribuan. Pengamatan tersebut dilaporkan di wilayah Kepulauan Andaman dan di Kalimantan, terutama selama musim kawin. Betet ekor panjang biasanya memanjat pada pepohonan pada ranting yang tinggi, kemudian bergerak cepat dari pohon ke pohon. Kadang terlihat samar-samar diantara pepohonan, tetapi suara dari Betet ekor panjang membuat perhatian orang untuk mencarinya. Perilaku makansatwa ini yakni setelah matahari terbit hingga sore hari. Musim kawin Betet Ekor Panjang dimulai dari bulan Februari hingga Juli, dan membuat sarang pada cabang pohon-pohon yang sudah mati dan beberapa di pohon yang masih hidup. Rata-rata menghasilkan telur 2-3 butir dengan ukuran 30,6 x 24,7 mm. 2011. Ancaman Kelestarian Mengutip dari portal 2021, Betet Ekor Panjang masuk kedalam kategori terancam/ Vulnerable VU, dengan tren populasi yang cenderung menurun. Hal ini disebabkan karena hilangnya hutan di dataran rendah yang sangat cepat dengan berbagai faktor, termasuk peningkatan penebangan dan konversi lahan, yang disengaja maupun tidak termasuk yang berada di dalam kawasan lindung, ditambah kebakaran hutan. Sepanjang jangkauannya, spesies ini ditemukan di antara lahan pertanian dan rawa-rawa serta hutan dataran rendah yang tersisa. Hal ini menjadikannya sasaran empuk bagi masyarakat lokal yang mungkin berburu spesies tersebut baik untuk diperdagangkan maupun sebagai spesies hama M. Iqbal in litt. 2016. Spesies ini terkadang ditemukan di pasar lokal atau dijual secara online Iqbal 2015. Hal tersebut menjadikan spesies ini menjadi perburuan dan penangkapan Mane pada litt. 2018. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat dibuat kesimpulan bahwa Betet Ekor Panjang adalah satwa yang endemik/ hanya ditemui pada suatu wilayah tertentu. Selain itu, satwa ini berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya selama musim kawin. Tetapi, karena terjadi perubahan habitat di alam maka burung ini masuk ke wilayah pertanian/ perkebunan masyarakat sehingga banyak menganggap satwa ini sebagai hama dan terancam kehidupannya. Dampaknya yaitu terjadi penangkapan dan perburuan lalu diperjualbelikan atau istilahnya perdagangan satwa. Atas hal tersebut, penulis mengajak kepada masyarakat luas untuk sama-sama menjaga kelestarian alam dan hidup berdampingan dengan satwa apa saja, apalagi satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang akan ada sanksi tentunya. Tentu akan lebih indah jika melihat satwa tersebut ada di alam bebas, jadikan itu sebagai warisan yang akan kita titipkan kepada anak cucu kelak, bukan hanya sekedar cerita saja kedepan. Selain itu, harapan penulis jangan ada lagi kasus lagi seperti yang dialami saudara Jumardi karena dalih ketidaktahhuan atau minim informasi sehingga mengalami kasus hukum. Mari sebagai masyarakat kita sering mencari informasi dimana saja apalagi yang menyangkut lingkungan tempat dimana kita tinggal. * *Penulis merupakan pemerhati satwa dan penggiat konservasi. Oleh Adityo Nugroho* BELAKANGAN ini beredar kabar di media massa mengenai penangkapan seseorang bernama Jumardi 31, warga asal Kabupaten Sambas yang menjual Satwa dilindungi di akun facebook yakni Betet Ekor Panjang Psittacula longicauda. Sontak kejadian ini menjadi pembicaraan di kalangan publik, berkaitan dengan tindakan Jumardi yang menurut pengakuannya tidak mengetahui kalau satwa yang dijualnya adalah satwa yang dilindungi undang-undang. Terlebih lagi, masyarakat juga menyayangkan tindakan para penegak hukum yang seolah-olah tanpa belas kasihan menangkap Jumardi yang menjual satwa tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ia merupakan satu-satunya tulang punggung di keluarga. Tetapi, dalam pembahasan kali ini kita tidak membahas atas kasus yang menimpa saudara Jumardi, melainkan objek dari satwa yang dijualnya yakni betet ekor panjang atau dalam nama ilmiahnya Psittacula longicauda. Betet ekor panjang memiliki nama-nama yang berbeda di setiap tempat, di daerah Sambas orang mengenalnya dengan sebutan burung bayan. Mengutip dari Majalah Parrot Indonesia 2020, betet ekor panjang memiliki nama internasional Long-Tailed Parakeet dan di Malaysia disebut dengan parkit pipi merah malaka, parkit pipi merah malaya, parkit pipi merah muda atau bayan nuri. Burung ini merupakan salah satu dari 85 jenis burung yang berparuh bengkok di Indonesia. Deskripsi Mengutip dari 2011. Betet ekor panjangPsittacula longicaudadewasa dideskripsikan memiliki panjang rata-rata 16,5 inci 40 hingga 42 cm, dengan panjang sayap sekitar 142 – 155 mm dan panjang ekor sekitar 154 – 270 mm. Individu dewasa pada jantan dan betina memiliki perbedaan dalam hal warna dan corak. Individu jantan dewasa pada bulu umumnya berwarna hijau. Tenggorokan, dada, dan perut berwarna kuning kehijauan; dan bagian lore daerah antara mata dan paruh di sisi kepala burung berwarna hitam kebiruan. Mahkota berwarna hijau tua, dan sisi kepala serta tengkuk berwarna merah mawar. Ada garis hitam di pipi. Punggung atas berwarna abu-abu kebiruan berwarna kekuningan. Punggung bawah berwarna biru pucat. Sayap bagian bawah berwarna kekuningan. Penutup ekor atas dan bawah serta paha berwarna hijau pucat. Bulu ekor tengah berwarna biru dengan ujung pucat dan bulu luar berwarna hijau. Paruh atas berwarna merah dan paruh bawah berwarna hitam kecoklatan. Irisnya berwarna kuning keputihan, dan kakinya berwarna muda memiliki semburat kebiruan di punggung bawah dan beberapa jantan muda mungkin memiliki semburat kemerahan di paruh pada individu betina dewasa, memiliki tengkuk berwarna hijau. Garis di pipinya berwarna hijau tua, dan pipi bagian atas berwarna oranye-merah kusam. Bulu ekornya jauh lebih pendek, dan rahang atas dan bawah berwarna hitam kecoklatan. Individu yang masih muda berkepala hijau diselingi dengan warna oranye-merah. Bulu ekornya lebih pendek, dan paruh atas dan bawah berwarna coklat. Burung yang belum dewasa mencapai tahap dewasa saat berusia sekitar 30 bulan 2 tahun 6 bulan. Pakan dan Habitat Mengutip dari 2021, Betet Ekor Panjang memakan buah-buahan, biji-bijian dan beberapa jenis sayuran seperti pisang, jeruk, pepaya beserta bijinya, wortel, jagung, seledri, buncis. Habitat dari Burung Betet Ekor Panjang yakni dapat ditemukan pada dataran hingga ketingggian 300m dpl 984 kaki, terutama hutan dataran rendah, hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan, perkebunan kelapa sawit dan kebun kelapa. Biasanya dapat ditemukan juga di taman dan kebun, serta area budidaya. Perilaku Sosial dan Musim Kawin Berdasarkan 2021, burung ini ditemukan secara berkelompok dalam jumlah ribuan. Pengamatan tersebut dilaporkan di wilayah Kepulauan Andaman dan di Kalimantan, terutama selama musim kawin. Betet ekor panjang biasanya memanjat pada pepohonan pada ranting yang tinggi, kemudian bergerak cepat dari pohon ke pohon. Kadang terlihat samar-samar diantara pepohonan, tetapi suara dari Betet ekor panjang membuat perhatian orang untuk mencarinya. Perilaku makansatwa ini yakni setelah matahari terbit hingga sore hari. Musim kawin Betet Ekor Panjang dimulai dari bulan Februari hingga Juli, dan membuat sarang pada cabang pohon-pohon yang sudah mati dan beberapa di pohon yang masih hidup. Rata-rata menghasilkan telur 2-3 butir dengan ukuran 30,6 x 24,7 mm. 2011. Ancaman Kelestarian Mengutip dari portal 2021, Betet Ekor Panjang masuk kedalam kategori terancam/ Vulnerable VU, dengan tren populasi yang cenderung menurun. Hal ini disebabkan karena hilangnya hutan di dataran rendah yang sangat cepat dengan berbagai faktor, termasuk peningkatan penebangan dan konversi lahan, yang disengaja maupun tidak termasuk yang berada di dalam kawasan lindung, ditambah kebakaran hutan. Sepanjang jangkauannya, spesies ini ditemukan di antara lahan pertanian dan rawa-rawa serta hutan dataran rendah yang tersisa. Hal ini menjadikannya sasaran empuk bagi masyarakat lokal yang mungkin berburu spesies tersebut baik untuk diperdagangkan maupun sebagai spesies hama M. Iqbal in litt. 2016. Spesies ini terkadang ditemukan di pasar lokal atau dijual secara online Iqbal 2015. Hal tersebut menjadikan spesies ini menjadi perburuan dan penangkapan Mane pada litt. 2018. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat dibuat kesimpulan bahwa Betet Ekor Panjang adalah satwa yang endemik/ hanya ditemui pada suatu wilayah tertentu. Selain itu, satwa ini berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya selama musim kawin. Tetapi, karena terjadi perubahan habitat di alam maka burung ini masuk ke wilayah pertanian/ perkebunan masyarakat sehingga banyak menganggap satwa ini sebagai hama dan terancam kehidupannya. Dampaknya yaitu terjadi penangkapan dan perburuan lalu diperjualbelikan atau istilahnya perdagangan satwa. Atas hal tersebut, penulis mengajak kepada masyarakat luas untuk sama-sama menjaga kelestarian alam dan hidup berdampingan dengan satwa apa saja, apalagi satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang akan ada sanksi tentunya. Tentu akan lebih indah jika melihat satwa tersebut ada di alam bebas, jadikan itu sebagai warisan yang akan kita titipkan kepada anak cucu kelak, bukan hanya sekedar cerita saja kedepan. Selain itu, harapan penulis jangan ada lagi kasus lagi seperti yang dialami saudara Jumardi karena dalih ketidaktahhuan atau minim informasi sehingga mengalami kasus hukum. Mari sebagai masyarakat kita sering mencari informasi dimana saja apalagi yang menyangkut lingkungan tempat dimana kita tinggal. * *Penulis merupakan pemerhati satwa dan penggiat konservasi.
burung ekor panjang warna hitam